Faktor-faktor yang mempengaruhi stres pada siswa

Agus Fajar, S.SI
0
sumber ilmu kesehatan





Sahabat lingkaran Kotak-berikut Faktor-faktor yang mempengaruhi stres pada siswa

 

1.      Faktor internal

faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mempengaruhi tingkat stres yang mereka alami, antara lain:

a.       Kecenderungan perfeksionis adalah kecenderungan untuk menetapkan standar yang sangat tinggi dan mengharapkan diri sendiri untuk mencapai kesempurnaan dalam segala hal, yang dapat menyebabkan stres dan kecemasan jika tidak tercapai.

b.      Rasa rendah diri atau kurang percaya diri adalah perasaan tidak percaya diri atau merasa rendah diri, yang dapat menyebabkan stres dan kecemasan dalam situasi sosial atau akademik.

c.       Kecemasan yang berlebihan adalah perasaan cemas atau khawatir yang terus-menerus dan berlebihan, bahkan dalam situasi yang seharusnya tidak menimbulkan kecemasan yang berarti.

d.      Gangguan mental seperti depresi dan kecemasan adalah kondisi kesehatan mental yang serius yang dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan perasaan tidak bahagia yang berkepanjangan.

e.       Kondisi kesehatan fisik yang buruk dapat menyebabkan stres pada siswa karena kondisi kesehatan yang buruk dapat mempengaruhi kesejahteraan umum dan kemampuan siswa untuk berkonsentrasi dan belajar di sekolah.

f.        Ketidakmampuan dalam mengelola emosi dapat menyebabkan stres karena siswa mungkin merasa sulit untuk mengatasi emosi negatif dan merasa tertekan atau cemas dalam situasi yang sulit atau menantang.

 

2.      Faktor eksternal

faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari lingkungan sekitar siswa yang dapat mempengaruhi tingkat stres yang mereka alami, antara lain:

a.       Tuntutan akademik yang tinggi

Tuntutan akademik yang tinggi, seperti ujian dan tugas yang banyak dan sulit, dapat menjadi sumber stres bagi siswa. Siswa mungkin merasa tertekan untuk meraih nilai yang tinggi dan memenuhi ekspektasi orang tua dan guru.

 

b.      Masalah interpersonal dengan teman sebaya atau keluarga

Konflik dengan teman sebaya atau masalah di dalam keluarga juga dapat menyebabkan stres pada siswa. Siswa mungkin merasa sulit untuk menyelesaikan masalah ini dan merasa tertekan oleh konflik yang terjadi.

c.       Ketidakstabilan keuangan keluarga

Masalah keuangan dalam keluarga dapat menjadi sumber stres bagi siswa. Siswa mungkin merasa khawatir tentang masa depan keluarga dan merasa sulit untuk berkonsentrasi pada pelajaran di sekolah.

d.      Gangguan mental seperti depresi dan kecemasan

Gangguan mental seperti depresi dan kecemasan dapat menyebabkan stres pada siswa. Siswa yang mengalami masalah mental mungkin merasa kesulitan untuk berkonsentrasi dan merasa mudah stres dalam situasi yang sulit.

e.       Kecenderungan perfeksionis

Kecenderungan perfeksionis dapat membuat siswa merasa tertekan untuk mencapai standar yang sangat tinggi dalam segala hal. Siswa yang perfeksionis mungkin merasa sulit untuk menerima kegagalan dan merasa stres jika mereka tidak berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

f.        Lingkungan sekolah yang tidak mendukung atau tidak aman

Lingkungan sekolah yang tidak mendukung atau tidak aman juga dapat menyebabkan stres pada siswa. Siswa mungkin merasa sulit untuk belajar dan berkonsentrasi jika mereka merasa tidak aman atau tidak nyaman di sekolah.

g.      Keterbatasan waktu untuk melakukan aktivitas yang diinginkan

Keterbatasan waktu untuk melakukan aktivitas yang diinginkan, seperti olahraga atau bersosialisasi, dapat menyebabkan stres pada siswa. Siswa mungkin merasa tertekan karena merasa tidak punya waktu untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan atau bersantai setelah sekolah.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)